Senin, 28 Maret 2011
Kamis, 24 Maret 2011
(cinta) bodoh & semu
yang aku ingin lihat malam ini ada sebaris nama di deretan daftar list orang-orang yang sedang online. betapa pun ini sudah konsekuensi diriku, mencintaimu dari jauh karena kamu memang jauh. aku tidak mempersalahkan jarak saat ini. sesungguhnya aku hanya ingin berbicara. berbagi suka dan memberimu semangat. tadi aku lihat kamu sedang sibuk dengan urusan kkn dan sponsor. aku hanya ingin bilang semangat. bukan pertanyaaan hanya pernyataan. mungkin itu sebabnya kamu tidak memberi komentar apa-apa untuk pesan singkatku. aku kirim itu di dalam busway saat itu suasana sepi. dan terbelesit satu nama. kamu..
ingatkah saat kita sama-sama mengeluarkan joke-joke aneh. kadang tertawa kadang serius ah aku rindu saat itu. sangat sibukkah kamu ? dan saat kamu mengajakku beli wedang ronde dan makan nasi goreng di perempatan tugu. disana kamu berada. di kota kelahiran bapakku. aku senyum. aku bahagia. jelas aku senang. aku menunggu waktu liburanku.
ingatkah saat kamu bertanya tentang sebuah film, aku dilarang membaca resensinya. saat itu aku tidak tau kalau resensi dan spoiler itu memiliki arti sama, aku terlihat bodoh didepanmu. aku malu, sungguh aku malu. maafkan aku karena telah nakal membaca resensi film itu, dan saat aku membaca resensinya, aku tertegun sejenak. apa ada isyarat dibalik film itu ? apa kamu ingin menyampaikan sesuatu lewat film itu ? lagi-lagi aku tersenyum. aku bahagia. jelas aku senang. aku mencari film itu kelililing-keliling. walau sampai sekarang belum kutemukan.
mungkin ini cinta semu, mencintai tanpa tau bagaimana rupamu dan bagaimana perasaanmu. untuk saat ini aku merasa nyaman tapi entah esok atau lusa. mungkin aku akan gelisah karena tak ada kabar darimu. tapi aku tunggu, tunggu sampai ada sapaan dari mu.
mungkin ini cinta bodoh, karena aku jadi rela berlama-lama menungguimu sampai terlihat namamu di daftar barisan orang-orang yang sedang online. rela mencari dvd film yang kamu rekomendasikan, rela meninggalkan orang yang begitu mencintaiku, rela menunggu yang tidak pasti. kamu..
kamu memang jauh, tapi aku selalu merasa kamu ada disekitarku
hei.. kamu, boleh ya aku suka kamu.
ingatkah saat kita sama-sama mengeluarkan joke-joke aneh. kadang tertawa kadang serius ah aku rindu saat itu. sangat sibukkah kamu ? dan saat kamu mengajakku beli wedang ronde dan makan nasi goreng di perempatan tugu. disana kamu berada. di kota kelahiran bapakku. aku senyum. aku bahagia. jelas aku senang. aku menunggu waktu liburanku.
ingatkah saat kamu bertanya tentang sebuah film, aku dilarang membaca resensinya. saat itu aku tidak tau kalau resensi dan spoiler itu memiliki arti sama, aku terlihat bodoh didepanmu. aku malu, sungguh aku malu. maafkan aku karena telah nakal membaca resensi film itu, dan saat aku membaca resensinya, aku tertegun sejenak. apa ada isyarat dibalik film itu ? apa kamu ingin menyampaikan sesuatu lewat film itu ? lagi-lagi aku tersenyum. aku bahagia. jelas aku senang. aku mencari film itu kelililing-keliling. walau sampai sekarang belum kutemukan.
mungkin ini cinta semu, mencintai tanpa tau bagaimana rupamu dan bagaimana perasaanmu. untuk saat ini aku merasa nyaman tapi entah esok atau lusa. mungkin aku akan gelisah karena tak ada kabar darimu. tapi aku tunggu, tunggu sampai ada sapaan dari mu.
mungkin ini cinta bodoh, karena aku jadi rela berlama-lama menungguimu sampai terlihat namamu di daftar barisan orang-orang yang sedang online. rela mencari dvd film yang kamu rekomendasikan, rela meninggalkan orang yang begitu mencintaiku, rela menunggu yang tidak pasti. kamu..
kamu memang jauh, tapi aku selalu merasa kamu ada disekitarku
hei.. kamu, boleh ya aku suka kamu.
Sabtu, 19 Maret 2011
tempoe doeloe







saya dapat foto-foto diatas dari kaskus, foto diatas mengingatkan saya pada perjuangan oran-orang tempo dulu. penuh kesederhanaan :)
percakapan semu
waktu menunjukan pukul 0.00, hari telah berganti rupanya. dan aku melewati pergantian hari itu dengan percakapan singkat denganmu. di malam mendung yang seharusnya ada supermoon yang bisa aku lihat. namun terhalang oleh tingginya genteng-genteng rumah sebelah. aku pikir belum saatnya aku bisa lihat supermoon yang fenomenal itu. tapi Tuhan mengizinkan aku untuk masuk kedalam percakapan semu ini. yang terhalang dengan jarak, hanya bisa mengandalkan koneksi yang tak selalu terus menerus on dan bertanda lingkaran kecil hijau.
entahlah apakah hal ini lebih indah dari melihat supermoon, hmm.. rasanya iya :)
entahlah apakah hal ini lebih indah dari melihat supermoon, hmm.. rasanya iya :)
Rabu, 16 Maret 2011
kagum
tidak terasa sudah tiga tahun aku mengagumi kakak. dari hari pertama menginjakkan kaki memasuki perkuliahan. kakak benar-benar seorang kakak yang patut diteladani. kakak selalu memberi satu per satu pelajaran hidup yang benar-benar bikin aku berkaca-kaca. sungguh kak. selama ini aku ingin sekali mengenal lebih jauh tentang kakak, jauh jauh dari sejauh ini aku mengenal kakak. kulit kakak yang hitam itu memberi aku kesadaran bahwa kakak mampu bertahan di negeri orang. tanpa siapa-siapa tanpa orang tua. dulu kakak pernah cerita bahwa untuk menjejakan kaki di kota besar ini kakak harus rela membungkus semua kangen kakak dalam kantung plastik yang nantinya jika terkumpul akan kakak berikan semua pada ayah dan ibu kakak di papua. tanpa sisa. aku seperti menonton film drama di bioskop saat mendengar kakak bilang begitu. bagaimana bisa seorang bocah dapat berpikiran begitu dewasa saat itu. aku bangga kak pernah mengenal kakak. kakak yang mampu mengikat semua rindu kakak sendiri.
mengagumi kakak itu tidak akan membuat aku merasa merugi
mata dan hati selalu tertegun bila ada selewat aroma kakak
bila berpapasan lidah ini menyapa, tetap masih bikin aku salah tingkah
rasanya aku ingin menghipnotis kakak agar bisa bercerita banyak lagi.
tentang hidup kakak, tentang semua.
mengagumi kakak diam-diam membuat aku merasa bangga
karena cuma aku dan Tuhan yang bisa merasakan rasanya
senang menerima senyuman kakak
mendengar nasehat kakak
dan membaca pesan singkat kakak
aku masih simpan itu semua
"Karena Mengagumimu cukup seperti ini. Tanpa perlu aku tahu apakah kamu sudah mempunyai wanita yang mungkin cemberut karena pria-nya aku kagumi menggebu-gebu seperti ini.
Dan Mengagumimu cukup seperti ini. Ketika aku bisa berharap lebih dekat dengan kamu tapi peka-pun kamu tidak.
Ya, Mengagumimu cukup seperti ini. Saat kita bisa tertawa, karena alasan yang sama.
Mungkin juga, mengagumimu cukup sampai saat ini. Sampai saat kamu mengetahuinya."
mengagumi kakak itu tidak akan membuat aku merasa merugi
mata dan hati selalu tertegun bila ada selewat aroma kakak
bila berpapasan lidah ini menyapa, tetap masih bikin aku salah tingkah
rasanya aku ingin menghipnotis kakak agar bisa bercerita banyak lagi.
tentang hidup kakak, tentang semua.
mengagumi kakak diam-diam membuat aku merasa bangga
karena cuma aku dan Tuhan yang bisa merasakan rasanya
senang menerima senyuman kakak
mendengar nasehat kakak
dan membaca pesan singkat kakak
aku masih simpan itu semua
"Karena Mengagumimu cukup seperti ini. Tanpa perlu aku tahu apakah kamu sudah mempunyai wanita yang mungkin cemberut karena pria-nya aku kagumi menggebu-gebu seperti ini.
Dan Mengagumimu cukup seperti ini. Ketika aku bisa berharap lebih dekat dengan kamu tapi peka-pun kamu tidak.
Ya, Mengagumimu cukup seperti ini. Saat kita bisa tertawa, karena alasan yang sama.
Mungkin juga, mengagumimu cukup sampai saat ini. Sampai saat kamu mengetahuinya."
Langganan:
Postingan (Atom)





