small but nice, simple but memorable

Rabu, 06 Februari 2013

pertemuan malam

Kini aku duduk di tempat dimana kita bertemu. Malam disaat kamu memandangiku seperti ingin menelanjangiku. Tetap tanpa gerak dan terus menerus. Apa yang ingin kamu lihat dari mataku? Di luar dingin, maka masuk saja. Kini kita berada diruang tamu. Dan kamu masih terus memandangku. Mencari arti dibalik mataku. Kamu tahu tidak aku salah tingkah? Apa lagi yang ingin kamu baca di bola mataku. Kejujuran atau kebohongan? Aku memang menyembunyikan keduanya, tidak bisa aku elak kedua hal itu. Suka dan benci. Tidak selalu aku mengilaimu, aku juga tak henti-henti untuk membencimu. Tapi apa bedanya, toh kamu tetap ada di pikiranku. Maka...
Read More

© 2025 vanilla essens, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena